Reskrim Narkoba Polres Banggai Geledah Kost Langgar Aturan

Berita Utama, Hukrim 0
banner 468x60

Sumber Foto: rri.co.id

LUWUK – Akibat ulah beberapa oknum Reskrim Narkoba yang melakukan penggeledahan sebuah tempat kost dibilangan hanga-hanga yang ditinggali 2 orang ibu kakak beradik serta anaknya, seenaknya tidak sesuai ketentuan yang berlaku beberapa waktu lalu, menuai protes keras dari Ismail Alhabsy ayah kedua ibu tersebut.

Menurut pengakuan Ismail kepada wartawan Tabloidjejak.com, bahwa dengan arogannya, beberapa oknum Polisi anti Narkoba, melakukan pemeriksaan dirumah kost kedua anaknya, memaksa melucuti pakaian anaknya hingga maaf : Bugil dan ditonton beberapa orang oknum Polisi lainnya.

Sudah tindakan tidak senonoh, beberapa oknum polisi Polres Banggai merampas sekitar enam hand phone milik anak-anak dan saudaranya. Ismail yang juga seorang wartawan saat mendengar pengakuan kedua anaknya, langsung mendatangi oknum Kasat Reskrim Narkoba Velly Chandra yang memimpin penggerebekan rumah kost anaknya, untuk melakukan protes.

Kemarahan Ismail, karena tindakan Velly yang arogan dan tidak punya etika saat melakukan penggeledahan, betul-betul telah mempermalukan keluarganya dilingkungan tempat tinggal anak-anaknya. “Bayangkan, masakan anak saya dipaksa membuka baju dan ditonton oknum-oknum Reskrim Narkoba,” ujar Ismail sedikit menahan amarahnya.

Lebih jengkel lagi, saat mau melakukan konfirmasi atas perbuatan mereka yang merampas  HP milik anak-anak dan saudaranya, tidak sesuai aturan, malah menuduh saya, sebagai melakukan tindakan menghalang-halangi penyelidikan. Sudah begitu, kami diteriakkan secara berulang-ulang dan sangat provokatif.

Menurut Ismail kepada TabloidJejak.com, bila anak saya salah, justru saya yang akan meminta untuk menangkap anak saya. Dan saya sudah membuktikan sikap saya ini, atas perkawinan anak saya, yang dengan terpaksa menceraikan dia dengan suaminya yang Narkoba.

“Itu pilihan yang sangat berat, tapi saya harus memutuskan, agar anak-anak saya tidak tersandung Narkoba,” urainya tegas. Keberatan ini, “karena tindakan Kasat Narkoba sudah beberapa kali,” tandasnya. Pertama pernah kamar saya dibongkar ketika saya tidak berada ada dirumah, kedua, saya dan teman-teman diteriaki provokator saat meliput Eksekusi Tanjung, ketiga, anak-anak saya digeledah secara tidak senonoh dan tidak sesuai aturan, keempat kami dikeroyok akibat teriakan Kasat yang sangat provokatif menyatakan menghambat penyelidikan.

“Buktikan, kalau kami menghambat penyelidikan,” tantangnya. Justru mereka melakukan tindakan diluar ketentuan yang berlaku dengan menabrak etika dan undang-undang, serta menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan.

Menurut Ismail, sepatutnya Polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan sesuai aturan sebagamana ditentukan pasal 18 KUHAP. Dimana Polisi harus memperlihatkan surat tugas dan memperlihatkan surat perintah penangkapan kepada tersangka. Namun, itu tidak dilakukan.

Dimana alasan mereka teman anak saya bernama Mona, yang kebetulan dating bertamu pada anak saya sekitar jam 12.00 siang, “katanya” TO. Cuman kok langsung main gerebek membabi buta tak sopan hingga membuat anak saya yang ketiga naik pitam dan marah atas ulah semena-mena sejumlah oknum Polisi yang memasuki rumahnya tanpa izin.

Tak cukup oknum polisi Reskrim Narkoba berulah kasar, mereka main tangkap pada Mona tanpa menemukan barang bukti serta mengambil barang-barangnya,” ujarnya kepada TabloidJejak.com sambil menangis. “Sementara Merlin kakaknya, dipaksa membuka bajunya dan dilihat sejumlah oknum Polisi dari jendela kamarnya, diikuti perampasan 6 HP milik mereka, walau tidak berhubungan dengan Mona yang menjadi “katanya” TO,” urainya lebih lanjut.

Padahal sebagaimana aturan pasal 33 ayat 2 KUHAP, Polisi setiap kali memasuki rumah harus disaksikan oleh 2 orang saksi dalam hal tersangka atau penghuni menyetujuinya. “Ini, bahkan tanpa pemerintah setempat dan saksi langsung main gerebeg dan tangkap,” tandas Ismail.

Demikian pula sesuai amanah undang-undang pasal 37 ayat 1 KUHAP, penyelidik hanya berwenang menggeledah pakaian dan bukan badan. Nanti setelah dibawa, baru Penyidik melakukan pemeriksaan badan.  Itupun kalau ditemukan barang bukti.

Dan menurut undang-undang pasal 38 ayat 1 KUHAP, penyitaan harus seizin ketua pengadilan negeri setempat. Jangan mengandalkan jabatan dan kekuasaan main sikat seenaknya dengan begitu arogannya. Lebih aAneh lagi, begitu saya keberatan, atas ulah mereka, seorang polisi dengan nada marah menyatakan,  “silahkan lapor, kalau anda keberatan,” ujar Ismail. ** TabloidJejak.com.

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts