Induk Unit Pembangunan SUBAGUT Bobol Dana Negara

Iptek 0
banner 468x60

TABLOIDJEJAK.COM – MINAHASA SELATAN. Selang beberapa tahun atau tepatnya sekitar tahun 2009, pihak Induk Unit Pembangunan Sulawesi bagian Utara sebelumnya SULUMAPA, diduga telah membobol dana Negara dengan menggunakan dikumen palsu.

Dokumen palsu tersebut, lahir dari proses pembebasan lahan untuk pembangunan pembangunan jaringan listrik (TOWER), dilahan perkebunan Reres, Kayamas dan Moinit. Apalagi, beberapa lahan yang dibebaskan tidak sesuai mekanisme pembebasan lahan melalui prosedur musyawarah dan pengumuman didesa, sebagaimana pengakuan tokoh-tokoh masyarakat.

Sementara pihak IUP SUBAGUT, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembebasan lahan sudah melalui prosedur musyawarah dan pengumuman desa. Namun tidak pernah dilakukan komplein oleh pihak lain.

Namun atas penjelasan IUP SUBAGUT, oleh beberapa Tokoh Masyarakat, ditegaskan sebagai penjelasan yang tidak benar dan penuh kebohongan. Dimana, mereka tidak pernah mendengar dan dilibatkan dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan Tower di Reres, Kayamas maupun Moinit.

Hanya yang kami ketahui ketika itu, mengenai pembangunan pembangkit yang akan dilakukan, pernah dimusyawarahkan untuk pemanfaatan material batu yang katanya akan dibayar 80 ribu rupiah perkubik. Namun nyatanya, hanya dibayar 40 ribu perkubik. “Itu saja, musyawarah yang pernah dilaksanakan dengan kami,” tandas Freddy.

Perihal pembangunan Tower dilahan Reres, Kayamas dan Moinit, mantan Hukum Tua Tawaang Robby Manorek,  menyatakan, bahwa pertemuan dilakukan pihak IUP SIBAGUT secara langsung dengan pemilik lahan dan tampa melibatkan saya, makanya nilai pembebasan lahan berbeda satu dengan lainnya,” jelasnya.

Robby juga menjelaskan bahwa mengenai surat keterangan kepemilikan dan surat lainnya, juga dibuat pihak IUP SUBAGUT. Saya hanya tinggal menandatangani saja. Dimana khusus untuk Reres diterima oleh Freddy Tumbuan sebesar 12 Juta, Kayamas oleh Pemerintah Desa, dan Moinit oleh Vera Lumintang, sebesar 8,4 juta rupiah.

Namun berdasarkan hasil temuan tabloidjejak.com, pembayaran pembebasan lahan tersebut, ternyata dibayarkan kepada yang bukan pemiliknya. Dimana khusus lahan Moinit tidak dibayarkan kepada pemilik sebenarnya kel. Mercurius D. Tumbuan. Demikian juga dana untuk desa, justru tidak pernah diterima desa, melainkan atas nama Robby Manorek.

Verra Lumintang yang menerima dana pembebasan lahan tersebut, kepada Tabloidjejak.com, menyatakan bahwa dana tersebut hanya diterima dan diambil oleh Regina. Saya tidak mengambil dana tersebut, karena lahan tersebut, bukan lahan saya ataupun milik suami saya : Thomas Tumbuan. Menurut Verra, bahwa ketika itu, dia hanya diminta oleh Hukum Tua Robby Manorek untuk menandatangani 2 lembar kertas yang dia tidak tahu isinya. “Hanya waktu itu dibilang tanda tangan saja agar tidak menghambat pembangunan, itu saja yang disampaikan kepada saya,” urainya.

Berbeda dengan Robby, bahwa lahan yang dibayarkan kepada Verra Lumintang tersebut diakuinya, milik Thomas Tumbuan, sehingga dia membuat surat keterangan kepemilikan lahan ditahun 2009. Namun anehnya, atas lahan tersebut, Robby juga sudah mengeluarkan surat keterangan kepemilikan atas nama Mercurius D. Tumbuan tahun 2007.

Demikian pula terkait dokumen kepemilikan lahan atas nama Robby Manorek untuk pembangunan Tower dilahan Kayamas yang diperoleh tabloidjejak.com, menurut Robby, dibuat oleh pihak IUP SUBAGUT tanpa dia ketahui isi urat tersebut,” tandasnya. Yang jelas, menurut Robby, lahan tersebut bukan lahan saya.

Sehingga berdasarkan temuan tim tabloidjejak.com atas 4 dokumen kepemilikan atas nama Verra Lumintang dan Robby Manorek, kuat dugaan merupakan dokumen palsu, sebagaimana jelas-jelas telah melanggar pasal 263 KUHP. Dimana baik yang membuat maupun yang menggunakan dapat dikenakan ancaman 6 tahun penjara. Apalagi, jelas terjadi kerugian keuangan Negara yang telah digunakan secara tidak patut untuk membobol dana Negara, sehingga dapat juga dijerat dengan undang-undang anti korupsi.**V/D.

 

 

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts