Proyek Fiktif Warnai Pekerjaan Jalan Ratahan Amurang Seksi I

banner 468x60

Pembangunan ruas jalan Ratahan Amurang khususnya yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Tenggara,  sepanjang kira-kira 1 Km, hingga menjelang akhir tahun 2018, masih belum ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan. Sebenarnya masyarakat kab. Mitra maupun Kab. Minahasa Selatan yang sering menggunakan jalan tersebut begitu antusias menyambut proyek jalan tersebut.

Pasalnya, sudah bertahun-tahun jalan yang membujur dari Ratahan ke Amurang dibilangan beberapa desa tersebut, sudah berlubang-lubang sebesar kolam renang maupun kolam ikan itu, hampir tak pernah dijamah pemerintah.

Akibatnya, kubangan seperti jalan roda tersebut, tidak jarang sudah menelan korban luka-luka karena jungkir balik karan jalan berlubang. Bahkan ada yang hampir masuk kedalam jurang. Dimana menurut Vecky, jalan bukan hanya berlubang-lubang, namun ada yang sudah hampir memutuskan jalan.

Sudah kondisi jalannya yang sangat buruk ibarat kampung-kampung belum merdeka, sepanjang jalanpun ditumbuhi semak belukar yang dari sini kiri maupun kanan sudah hampir bertemu menutupi jalan. Akibatnya, jalan tersebut harus dilalui secara perlahan-lahan dan membunyikan klatson secara berulang. Seperti tidak pernah terjamah dana pemeliharaan.

Kini terpampang papan proyek senilai Rp. 1.972.929.827,86,- untuk pembangunan rehabilitasi ruas jalan Ratahan Amurang seksi I yang dikerjakan oleh pelaksana CV. Multi Matra dengan tanpa menggunakan konsultan proyek, yang jelas-jelas sudah menyalahi juklak.

Sambutan antusias masyarakat yang selama ini mengalami pembiaran tak ubahnya negeri asing yang baru dijamah para pelancong tersebut, kini pudar, karna tak juga memperlihatkan adanya tanda-tanda pekerjaan akan dimulai. “Padahal sudah akhir tahun,” tandas Denny asal Ranoketang.

Memang pernah ada terlihat dua atau tiga tumpukan batu pecah dimulut jalan yang mungkin menjadi titik nol bakal dimulainya pekerjaan jalan tersebut, namun nampaknya sudah tak terlihat lagi, akibat curahan hujan yang meluap menutupi jalan.

“Nah kami sampai saat ini, hanya menikmati informasi papan proyek tanpa pekerjaan dengan nomor kontrak : 01-SP/PPK-BM/APBD P/XI/2018 yang lokasinya didesa kami,” jelas Denny pria asal Ranoketang. Dimana dijelaskannya, dalam papan proyek, tertulis sumber dana dari APBD P 2018.

Sesuai uraian yang terpampang dalam papan proyek, waktu pelaksanaan pekerjaan selama 40 hari Kalender kerja, dengan lama waktu pemeliharaan 180 (seratus delapan puluh) hari kalender. Namun, sampai saat ini tidak ada pekerjaan.

Karna sudah ada papan proyek, sementara pekerjaan belum ada tanda-tanda, kami menjadi bertanya-tanya, apakah ini hanya beking senang atau bagaimana. “Kalau memang tidak mau dikerjakan, sebaiknya pihak PUPR Provinsi Sulut segara cabut papan proyek tersebut, soalnya cuma beking saki hati,” ujar Bertje.**

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts