Replacement Fasilitas Pelabuhan Luwuk Belum Selesai Dibayar 100 %

Berita Utama, Korupsi 0
banner 468x60

TABLOIDJEJAK.com – Luwuk. Replacement Fasilitas Pelabuhan Luwuk tahun anggaran 2018 yang seharusnya berakhir pada tanggal 7 Desember 2018, hingga kini masih dalam pengerjaan baik gedung utama maupun, pagar dan pintu gerbangnya.

Walau belum selesai, Muclis yang merupakan PPK proyek berbandrol 38,389.000.000.00 tersebut yakin dapat menyelesaikan hingga waktu tambahan selama 50 hari atau kira-kira sampai pada tanggal 27 Januari 2019.

Sementara salah seorang pekerja gedung yang merupakan coordinator pekerja gedung utama menyatakan baru sekitar 90 % dan pekerja lainnya baru sekitar 70% untuk pagar dan gerbangnya. Dimana masing-masing pekerjaan tersebut menurut mereka dikerjakan oleh subkontraktor berbeda.

Walau pekerjaanya belum selesai, menurut Muchlis yang dijumpai diruangan KTU Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Luwuk Jumat, 19/1-2019, kepada Tim Tabloidjejak.com menyatakan, bahwa saat ini pihaknya telah menilai pekerjaan tersebut telah 100 %.

Sehingga dari penilaiannya tersebut, menurutnya, telah dibuatkan dokumen pekerjaan sebagai telah selesai. Dan berdasarkan penilaian tersebut, Muchlis mengakui telah dicairkan 100 % kepada pelaksana proyek. Dimana sebagai jaminan bahwa pekerjaan tersebut akan diselesaikan tepat waktu berdasarkan perpanjangan waktu yang diberikan selama 50 hari terhitung sejak tanggal 7 desember 2019.

Ketika dicecar terkait pembuatan dokumen yang tidak benar atau patut diduga palsu sebagai tidak sesuai faktanya bahwa proyek tersebut hingga hari ini Jumat, 19/1-2019 belum selesai sepenuhnya, Muchlis berdalih bahwa perbuatannya dapat dibenarkan menurut ketentuan yang berlaku karena ada jaminan bahwa pekerjaan proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai masa waktu tambahan.

Bahwa ketika disinggung apakah konstruksi pagar dan gerbang merupakan banguna rehab atau baru, menurutnya merupakan bangunan baru dan tidak ada pembangunan rehab. Semua beton dan fondasinya dibongkar dan dibuat bangunan baru. Muchlis kemudian menambahkan bahwa pekerjaan mereka didampingi Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Banggai.

Namun sebagaimana temuan Tim Tabloidjejak.com bahwa ditemukan adanya fondasi pagar yang tidak dibongkar namun ditumpangkan/ dilengketkan dengan atau diatas beton/ fondasi bekas. Dimana beberapa buruh yang ditemui Tim Tabloidjejak.com menyatakan bahwa mereka hanya melengketkan atau menumpangkan sebagian beton cor keatas fondasi bekas pagar lama. Artinya berbeda dengan apa yang disampaikan PPK Kementrian Perhubungan Direktorat Perhubungan Laut. **

 

 

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts