Proyek Jalan Ratahan Amurang Seksi I Amburadul

Hukrim, Korupsi 0
banner 468x60

TABLOIDJEJAK- MINAHASA TENGGARA. Proyek Jalan Ratahan – Amurang Seksi I tahun anggaran 2018, yang pengerjaannya dilaksanakan oleh CV. Multi Matra, begitu amburadul. Pasalnya, karena dikerjakan tidak sesuai spek dengan menggunakan material pasir campur tanah dengan sedikit sekali kerikil.

Perusahaan yang merupakan Grup dari PT. Kemilau Nur Siam ini, sebelumnya, memang sudah cukup dikenal dan diketahui selalu melakukan pekerjaan asal jadi, tanpa mengikuti ketentuan kerja sesuai kontrak dan peraturan yang berlaku.

Adalah pekerjaannya yang dilaksanakan dijalan Lobu – Ranoketang Atas ruas jalan Ratahan – Amurang seksi I, dengan nomor kontrak : 01-SP/PPK – BM/ APBDP/XI/2018 yang berbandrol Rp. 1.972.929.827.86,- ini, baru memulai pengerjaan pada bulan tangal 5 januari tahun 2019 beberapa waktu lalu, hanya sehari dibuat langsung hancur.

Pengaspalan hotmixnya, dilakukan diatas material berlumpur, berkesan mengejar waktu dan begitu dipaksakan tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku. Padahal, status jalan yang seharusnya digali untuk dilebarkan, tak digali langsung dihampar material bercampur becek tak berkualifikasi agregat A dengan diameter batu giling 1,5 Mili, pun tanpa agregat B.

Sementara menurut pelaksananya saat bersua dengan Tabloidjejak.com ketika sedang melakukan pekerjaan hamparan hootmix, bahwa pekerjaan tersebut, digali sedalam 20 Cm dengan lebar 80 Cm, kemudian dihampar agregat B untuk LPB. Setelah itu, baru dihampar agregat A untuk LPAnya.

Namun berdasarkan pantau Tim Tabloidjejak.com yang setiap hari menggunakan jalan tersebut, serta sumber Tabloidjejak.com lainnya, bahwa jalan yang dibuat, tanpa galian dan hamparan agregat B untuk Lapisan Pondasi Bawah (LPB). Sementara dibagian lapisan pondasi atas (LPA), dihampar material yang bercampur pasir, tanah becek dan sedikit sekali batu kerikil kecil yang batunya-pun, rasanya tidak masuk kategori batu kerikil karna ukurannya yang sangat kecil alias bukan kerikil dan juga bukan pasir.

Setelah dihampar material yang tidak jelas kategori agregat LPAnya, kemudian langsung dihotmix diatas hamparan berbecek. Akibatnya, Jalan yang baru dibuat tersebut, keesokan harinya, langsung terlihat beberapa tempat berlubang dan hancur, dan terus terjadi secara berulang dibadan jalan bagian lainnya.

Sudah pekerjaannya, tidak benar dan amburadul, dikerjakan melewati tahun anggaran 2018, sebagaimana dimaksud undang-undang No. 1 tahun 2014 pasal 11. Sementara pihak perusahaan maupun pihak PUPR provinsi terus menghindar untuk dikonfirmasi terkait pekerjaan yang tidak benar dan amburadul tersebut.

Terkait pekerjaan yang sangat buruk dan sudah melanggar berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku tersebut, bahkan kuat sekali terjadi penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan serta korupsi tersebut, menurut Vecky dan Denny pengurus Kes JIRAN Mitra dan Minsel, dalam waktu dekat akan dilaporkan, bersama ruas jalan lainnya berbandrool 14 M. *Mitra 01/Minsel 02.

 

 

 

 

Tags:
banner 468x60
author

Author: 

Related Posts